“ Cinta datang
bersinggah dihatikuu..
Hari- hari kulalui dengan cinta..
Tiada hari tanpa cinta..
Badai datang menghancurkan cinta..
Semuanya hancur, semuanya hilang..
Terbang bersama hembusan alam..
Haruskah semuanya hilang?
Tak adakah yang tersisa disana?
Di sudut tergelap hatimu, masih adakah cinta disana?
Haruskah aku juga pergi meninggalkan cinta, sama sepertimu ? “
Hari- hari kulalui dengan cinta..
Tiada hari tanpa cinta..
Badai datang menghancurkan cinta..
Semuanya hancur, semuanya hilang..
Terbang bersama hembusan alam..
Haruskah semuanya hilang?
Tak adakah yang tersisa disana?
Di sudut tergelap hatimu, masih adakah cinta disana?
Haruskah aku juga pergi meninggalkan cinta, sama sepertimu ? “
“Satrio.. Capek! Berhenti dulu!!” aku berteriak sambil
memegangi ujungkanan bawah kaus jersey Satrio
yang tengah berlari kecil disampingku. Nafasku terasa berat, baru kali ini aku berlari selama ini setelah ospekku tahun lalu.
"Belum 2 putaran, udah capek?" Satrio menghela nafas panjang, lalu memandangku sebentar dengan tatapan mengejek lalu mengalihkan pandangannya.
"Belum 2 putaran, udah capek?" Satrio menghela nafas panjang, lalu memandangku sebentar dengan tatapan mengejek lalu mengalihkan pandangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar