Hari ini Tuhan hadirkan lagi lelaki impian untuk pasangan hidup di masa yang akan datang..
Lelaki itu bernama Rapri Pardomu, biasa dipanggil Ardo. Lelaki ini suku Batak, dan kita sebagai adik tingkat biasa memanggilnya Bang Ardo. Lelaki berbadan kurus dengan postur tinggi, lesung pipit yang menghiasi pipi kiri dan kanannya, rambut jabrik yang selalu terlihat basah karna gel rambut, hidung mancung yang menyangga kacamata berbingkai hitam yang menambah paras tampan, dan lagi kulit sawo matangnya.. Tuhan pasti sedang tersenyum ketika menggmbarkan bang Ardo di buku kehidupan.
Ak melihatnya pertama kali ketika kami para maba berkumpul di pmk universitas kami. Saat itu Bang Ardo yang menyambut kedatangan kami di depan pintu kelas. Dengan senyum manis dan lesung pipit itu, membuat semua orang ingin menatapnya 2 kali. Bang Ardo membuka ibadah hari itu dengan perkenalan singkat dan sambutan selamat datang. Ak hanya sekedar mengagumi betapa manisnya abang ini. Tidk kusangka Tuhan pertemukan kami lagi, di setiap ibadah bersama di hari jumat siang. juga di acara camp, yang ahkirnya benar* mmbuatku terpanah akan senyumam mautnya *-*
Bang Ardo setiap saat tersenyum, dan memukau semua orang yang meliht dia.
Sepulang dari camp itu, aku mendengarkn cerita dari temanku. ada gadis yang naksir Bang Ardo, dan temanku nguping pembicaraan senior dengan gadis itu. kata senior itu, Bang Ardo lebih suka dengan mahasiswa yang memiliki IPK diatas rata*. Kenapa ? Karna Bng Ardo sendiri tahun ini menjadi mahasiswa lulusan terbaik dengn IPK tertinggi satu kampus. -o-
"Satu lagi manusia jenius karya Tuhan, yang bisa membuatku kagum dan akhirnya jatuh cinta. Setelah Genta dan Ruben" gumamku dalam hati sambil memandangi Bang Ardo dari kejauhan. Kalo begini ada tambahan energi buat lebih rajin dan tekun, biar IPk tinggi dan deket sama Bang Ardo.. Hahaha :D
Sabtu, 25 Oktober 2014
Sepenggal Cerita 3
Rabu, 15 Oktober 2014
Sepenggal Cerita 2
Aku jatuh cinta lagi..
sepertinya begitu.
kali ini bukan cinta biasa, entah kenapa aku sering menangisi dia. memiliki dia saja tidak. aku hanya mengenal dia sangat baik. ak bisa melihat senyumnya dari dekat, aku bisa mengaguminya tanpa harus bersembunyi di balik tembok. ak berani berdiri dihadapannya, aku berani menatap mata indahnya. Aku bisa duduk berdampingan dengannya, hanya untuk sebagai teman sayangnya. aku akan diam, disaat hatiku mulai bergejolak. Aku tak ingin dia tau, bahwa aku menyayangi dia lebih dari ini.
"kak? bu ayu itu kok suka makan kacang sih ? "
"gak tau tuh nta, kemarin nitip si niLuh."
"hahahaha, iyaa kacang disko" sahut daniel sembari menggoyang"kan kepala ala disko.
"hahaha, masa' ya kak waktu brifing itu bu ayu bawa tisu isinya kacang.. bener2 deh.! " sahut Genta dgn tawanya yang lantang..
"duh gini ni dosa murid ngomongin jeleknya guru , haha" daniel tak ingin kalah tertawa dgn Genta.
"wahaha iyaa nih bang, gara2 kacang disko sih! wkwkwk" sahut Genta sambil memegangi perutnya..
"udah ah, capek ketawa terus.. beli minum bentar.." aku mengambil uang di dalam dompetku lalu mengajak Daniel pergi ke toko meningglkn Genta sendiri di tengh lapangan.
"masih suka ?" tanya daniel mmbuka oecakapan.
"mau move on susah " jawabku sambil membuka tutup botol, ak meneguknya sejenak. lalu memadang Genta dari balik kaca besar dihadapnku. "dan, ak takut berharap terlalu besar ke Genta."
"keep calm, god have the best way for you and your future husband" kata daniel sambil menepuk2 pundakku. lalu kami berjalan kembali menemui Genta.. aku duduk disebelahnya.. yang kurasakan kini, degup jantung perlahan berpacu semakin cepat, tak hentinya aku mencuri pandang ke arahnya.. pundak itu !! ingin sekali kusadarkan kepalaku kesana.. omoo!!! aku terlalu ingin bersama Gentaa:(
-- ak berpamitan pulng meninglkan Genta sendiri di tngh lapangan. andaikan dia tau betapa inginnya aku mnghabiskan waktu ku denganya :'
Selasa, 14 Oktober 2014
Sepenggal Cerita
Aku mulai jatuh cinta dengan seseorang..
karna satu alasan, dia pandai main gitar dan kita seiman..
satu minggu, dua minggu, di minggu ke3 ak menerima kenyataan pahit. dia jatuh cinta dengan teman kelasku, Amara. dia gadis jakarta yang kuliah di mlg.. jagn ditanya dia sangt modis, mengenakan rok diatas lutut, rmbutnya selalu tergerai indah, gigi yang terlihat rapi di beri kawat gigi biru, kulit kuning lansat, dan dia kurus -,-
sangat- sangat berbeda denganku bukan ?
rasanya kalo sudah dibandingkan dengan fisik, ak kalah telak deh..
benar" berbanding terbalik ak dngan dia..
ak Tya, rambut dipotong ala dora tanpa poni pendek, badan yang bisa dibilang terlewat subur, kulit yang terlampau sawo matang, produksi minyak berlebih pada wajah juga ditemani dengan jerawat, perut tidak ramping, gigiku apa adanya gak pake hastag, berangkat kampus pakai rok A panjang dengan alasan lebih nyaman untuk berlari sana sini :D.. dengan tubuhku yang tidak berbentuk ini ak sama sekali tidak ingin sok modis -,-
tapi kalo masalah hati jangan tanya, aku jagonya! :D
gak percaya ? terbukti saking setianya aku sama pacar, setelah diputusin ak gak bisa move on selama 5 tahun dan msh berusaha buat kontak dia. hebat bukan ? kadangakala ak berfikir, ak memang terlalu setia atau karna aku memang tidak ada pilihan lain selain dia ? selain dia yang mau sama aku ? -,-
itulah hidupku, yang lebih sering mencintai daripada dicintai..
lebih sering jatuh cinta dan bangun sendiri.. hahaha!! :D
Tapi disaat aku kelas 3 SmA lalu, aku jatuh cinta.. hanya jatuh cinta biasa (emg ada yang gak biasa ? -,- tapi belum bisa dibilang jtuh cinta juga, cuma sekadar kagum ajaa..
Sama temen sekelas ? bukan !! sama temen seangkatan ? haha, udah bosen!! trus ? sama adik kelas dong !! :D
sudah biasa kan kakak kelas kagum sama adiknya..
Awalnya hanya sekadar kagum karna Genta terampil, ramah, manis, pintar pulaa ;) tapi lama kelamaan aku makin penasaran dengan Genta. beruntungnya aku sabatku juga sahabat genta.. :D
jadii, kalo si sahabat main sama genta aku juga ikutan dong.. sekalian pdkt.. haha! tapi sebelum genta dgn si shabt kenal, ak kenal genta duluan di acara retreat sekolahku. kebetulan aku ketua panitia :) lagi" waktu itu hanya sekedar kenal dan tau.. malah, ak naksir sama temennya.. wkwk
lambat laun aku dan genta juga semakin akrab, kami menjelma jadi sahabat. bahagia? tentu saja dengan begitu aku bisa tetap dekat dengan genta, semakin lama kuhabiskan waktu dengannya. semakin nyaman saja aku dibuatnya..
tapi terkadang, aku menginginkan lebih dari inii.. aku menginginkan genta selalu bersamaku! :( aku terlalu sering merindukannya.. bahkan disaat aku benar" merindukannya aku bisa menangis ketika kupandangi foto dia di hp atau di laptop.. jagn salah, akulah seorang secret admire sejati!! haha! aku menyimpan banyak foto genta!! Entah sejak kapan, aku begitu menginginkan genta dan tidak bisa hidup tanpa melihat senyumnya ><
Sampai kuliahpun tetap samaaa, aku berusaha mencari" alasan untuk tetap berkomunikasi dengan genta..
sampai Tuhan memberiku ujian membuatku mengagumi pemain gitar itu, Ruben..
tanpa sadar aku mulai melupakan genta, yang sering kupandangi foto bukan lagi genta tapi Ruben.. Ruben tau kalo aku suka dia? enggak lah.. kalo dia tahu, dia bakl lari terbirit" dan emoh liat aku.. bisa karna jijik dicmpur ogah, atau takut kalo aku berhasil buat dia jatuh cinta sama pesonaku, atau komplikasi antar semua hal nanar itu ?.. hahaha!! dari hal itu yang tidak mungkin adalah takut jatuh cinta karna pesona.. wkwkwk emg pesonaku apa ? kecantikan ? salah besar!! pesona apa adanya! -,- masalahnya 1000 :1 cowok bisa mencintai gadis se apa adanya aku -,-
Jujur ak selalu ingin berpenampilan semenarik mungkin, tapi bodohnya aku hal itu malah membuatku terlihat buruk !
Aku mulai paham kenapa Tuhan membiarkan Ruben jatih cinta dengan Mara. Aku percaya Tuhan mmperingatkanku untuk meetapkan hati pada Genta.
Tuhann.. ak sungguh menyangi Genta, meski tak banyk waktu kita habiskan bersama..
Aku percaya Tuhan, kau slalu berikan aku yang terbaik dengan dia..